Dari IPpO

Rabu, 04 April 2012

contoh hasil observasi BPM


LAPORAN HASIL OBSERVASI
BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM)
Dosen Pengampu : Fauziah Hanum NA, SST
 











Disusun oleh :

1.      Fahliani Mastufah
2.      Fardila
3.       Febrila Sabatini
4.       Icha Meilina Saputri
5.      Purwati
6.      Sri Hendarti
7.      Yufita Andrianingsih



DIII KEBIDANAN
STIKES HARAPAN BANGSA PURWOKERTO
TAHUN 2011/2012


BAB 1
PENDAHULUAN

1)      LATAR BELAKANG
Pada tahun 1996 Ny. Dian  Yuni Purwani lulus SPK (Sekolah Perawat Kesehatan) di Purwokerto, melanjutkan DI Kebidanan,kemudian menjadi bidan PTT pada Oktober 1996.Setelah itu, Ny. Dian membuka praktek mandiri pada tahun 1997. Saat itu, beliau memiliki SIB (Surat Izin Bidan) dan SIPB (Surat Izin Praktek Bidan) selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan DIII Kebidanan dan lulus pada tahun 2009. Selain membuka praktek mandiri Ny. Dian juga bekerja di Puskesmas Sokaraja.
Bidan Dian termasuk bidan yang dihormati dilingkungannya, beliau mengutamakan keramah-tamahan dalam melayani pasien sehingga pasien merasa nyaman dan puas dengan pelayanan yang diberikan.
Bidan Dian memberikan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan mutu kesehatan dilingkungan sekitar. Selain melayani persalinan beliau juga melayani KB, KIA, Imunisasi, Konsultasi, Pemeriksaan ibu hamil.
Sikap bidan Dian yang ramah terhadap pasien didukung oleh lokasi praktek mandiri bidan Dian yang cukup strategis sehingga tempat prakteknya tidak pernah sepi pasien. Dedikasi bidan Dian ditunjukan dengan tidak adanya ibu hamil yang malas memeriksakan kandungannya secara berkala.

2)      TUJUAN
(1)            Mengidentifikasi sikap bidan yang dilatarbelakangi pemahaman  tentang falsafah, paradigma, konsep dan kerangka konsep kebidanan.
(2)            Mengidentifikasi peran, fungsi dan kompetensi bidan di BPM yang telah dilaksanakan.
(3)            Mengidentifikasi profesionalisme bidan di BPM yang telah dipenuhi
(4)            Mengidentifikasi system penghargaan bidan di BPM
(5)            Mengidentifikasi Pengembangan Karir bidan di BPM
(6)            Mengidentifikasi Standar Pelayanan Kebidanan yang telah dilaksanakan di BPM
(7)            Mengaplikasikan manajemen kebidanan dengan melihat kasus pasien
(8)            Mengidentifikasi praktik pelayanan kebidanan secara Mandiri, Kolaborasi, dan rujukan.

3)     Manfaat Penelitian
1.      Observasi ketempat Bidan Praktek Mandiri bermanfaat  pada mahasiswa untuk mengetahui keadaan bidan yang ada dilapangan, jadi mahasiswa tidak hanya tau secara teori pelayanan kebidanan yang ada dalam masyarakat, namun melihat secara yang sebenarnya dalam menghadapi pasien, melakukan imunisasi pada balita, KB, dll.
2.      Manfaat bagi Bidan Praktek Mandiri (BPM) sendiri adalah sebagai evaluasi, meningkatkan pelayanan jika mungkin masih ada kekurangan maka  dapat ditingkatkan agar nantinya BPM dapat lebih baik lagi.
3.      Manfaat bagi para pembaca yaitu untuk menambah pengetahuan dan mengetahuhi keadaan suatu Bidan Praktek Mandiri (BPM).
 

BAB II
TINJAUAN TEORI


Bidan adalah Seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan yang telah diakui pemerintah dan lulus ujian sesuai persyaratan yang berlaku,di register , dan diberi izin untuk menjalankan praktik.
Pelayanan Kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktik profesi bidan dalam sisitem pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat.
Pelayanan Kebidanan adalah bagian integral dari layanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas.

A.    FALSAFAH ASUHAN KEBIDANAN
Falsafah asuhan kebidanan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan. Keyakinan yang terdapat didalam falsafah asuhan kebidanan yaitu sebagai berikut :
1.         Profesi kebidanan secara nasional diakui dalam undang-undang maupun peraturan pemerintah Indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan profesional dan secara Internasional di akui oleh ICM, FIGO, WHO .
2.         Tugas, tanggung jawab dan kewenangan profesi bidan yang telah diatur dalam beberapa peraturan maupun keputusan menteri kesehatan ditujukan dalam rangka membantu program pemerintah bidang kesehatan,atau ikut dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI),Angka kematian perinatal (AKP), Meningkatkan Kesehatan ibu dan anak (KIA), Pelayanan ibu hamil,Melahirkan, Nifas yang aman, Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Pelayanan kesehatan masyarakatdan Pelayanan kesehatan Reproduksi lainnya.
3.         Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan perbedaan budaya dan setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat informasi yang cukup dan untuk berperan disegala aspek pemeliharaan kesehatannya.
4.         Bidan meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause adalah proses fisiologidan hanya sebagian kecil yang membutuhkan intervensi medik.
5.         Persalianan adalah suatu proses yang alami, peristiwa normal namun apabila tidak dikelola dengan tepat maka akan berubah menjadi abnormal.
6.         Setiap Individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, ibu melahirkan dan bayinya berhak untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas.
7.         Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga yang membutuhkan persiapan mulai anak menginjak masa remaja.
8.         Kesehatan ibu periode reproduksi dipengaruhi oleh perilaku ibu, lingkungan dan pelayanan kesehatan.
9.         Intervensi kebidanan bersifat komperhensif mencangkup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat.
10.     Manajemen kebidanan di selenggarakan atas dasar pemecahan masalah dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan yang profesional dan interaksi sosial serta azas penelitian dan pengembangan yang dapat melandasi manajemen secara terpadu.
11.     Proses kependidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian berlangsung sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan untuk berbagai strata masyarakat.
Parameter kemajuan sosial ekonomi dalam pelayanan kebidanan antara lain :
a.       Perbaikan status gizi ibu dan bayi.
b.      Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan
c.       Menurunnya angka kematian pada ibu melahirkan
d.      Menurunnya angka kematian neonatal.
e.       Cakupan penanganan resiko tinggi.
f.       Meningkatnya cakupan pemeriksaan antenatal.
                                         


B.     PELAYANAN KEBIDANAN
Pelayanan kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggungjawab praktik profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat .
Pelayanan Kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka menyehatkan dan menyejahterakan masyarakat yang berkualitas.
1.      Pelayanan kebidanan dibedakan menjadi 3 yaitu:
a.         Layanan Kebidanan Primer.
Merupakan layanan bidan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan.
b.         Layanan Kebidanan Kolaborasi.
Merupakan Layanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.
c.          Layanan kebidanan rujukan.
Merupakan  Layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya, yaitu pelayanan yang dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan ,juga layanan rujukan yang dilakukan bidan ketempat  atau fasilitas pelayanan kesehatan lain secara horizontal maupun vertikal atau ke profesi kesehatan lainnya.
2.      Prameter kemajuan sosial ekonomi dalam pelayanan kebidanan.
Kemajuan sosial ekonomi merupakan prameter yang amat penting dalam pelayanan kebidanan. Prameter tersebut antara lain:
a.         Perbaikan status gizi ibu dan bayi.
b.         Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan.
c.         Menurunnya angka kematian ibu melahirkan
d.        Menurunnya kematian neonatal.
e.         Cakupnya penangan resiko tinggi.
f.          Meningkatnya cakupan pemeriksaan antenatal.

3.      Pelayanan kebidanan yang adil
Keadilan dalam memberikan pelayanan kebidanan adalah aspek yang pokok dalam pelayanan kebidanan di Indonesia. Antara lain adalah sebagai berikut :
a.       Pemenuhan kebutuhan klien yang sesuai.
b.      Keadaan sumber daya kebidanan yang selalu siap untuk melayani.
c.       Adanya penelitian untuk mengembangkan atau meningkatkan pelayanan.
d.      Adanya keterjangkauan ketingkat pelayanan.
Tingkat ketersediaan tersebut diatas adalah syarat utama untuk terlaksananya pelayanan kebidanan yang aman. Selanjutnya diteruskan dengan sikap bidan yang tanggap dengan klien, sesuai dengan kebutuhan klien dan tidak membedakan pelayanan kepada siapapun.
4.      Metode Pemberian pelayanan kebidanan
Pelayanan kebidanan diberikan secara holistik, yaitu : memperhatikan aspek bio-psiko-sosio-kultural-spiritual sesuai dengan kebutuhan pasien. Pelayanan tersebut diberikan dengan tujuan kehidupan dan kelangsungan pelayanan .
            Pasien memerlukan pelayanan dari provider yangmemiliki karakteristik sebagai berikut :

a.       Semangat untuk melayani.
b.      Simpati.
c.       Empati.
d.      Tulus ikhlas
e.       Memberikan kepuasan

Setelah itu, bidan sebagai pemberi pelayanan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a.    Aman
b.    Nyaman
c.    Privacy
d.   Alami
e.    Tepat

Metode pelayanan kebidanan yang sistematis, terarah dan dan terukur ini dinamakan manajemen kebidanan. Langkah-langkah dari manajemen kebidanan adalah :
a.       Mengumpulkan data, dilanjutkan untuk membuat atau menentukan diagnosa kebidanan.
b.      Membuat perencanaan tindakan dan asuhan.
c.       Melaksanakan tindakan kebidanan sesuai kebutuhan.
d.      Evaluasi.
5.      Menjaga mutu pelayanan kebidanan
Pelayanan kebidanan yang bermutu adalah pelayanan kebidanan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kebidanan yang sesuai dengan tingkat kepuasan dengan rata-rata penduduk, serta penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.

C.    PARADIGMA ASUHAN KEBIDANAN
Bidan dalam bekerja memberikan pelayanan keprofesiannya berpegang pada paradigma, berupa pandangan terhadap manusia/ perempuan, lingkungan, prilaku, pelayanan kesehatan/ kebidanan dan keturunan.
(1)     Perempuan
Perampuan sebagaimana halnya manusia adalah mahluk bio-psiko-sosio-kultural yang utuh dan unik, mempunyai kebutuhan dasar yang unik, dan bermacam – macam sesuai dengan tingkat perkembangan. Perempuan sebagai penerus generasi, sehingga keberadaan perempuan yang sehat jasmani, rohani, dan sosial sangat diperlukan.
Perempuan sebagai sumber daya insani merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan atau kondisi perempuan atau ibu dalam keluarga. Para perempuan di masyarakat adalah pengerak dan pelopor peningkatan kesejahteraan keluarga.
(2)     Lingkungan
Lingkungan merupakan semua yang terlibat dalam interaksi individu pada waktu melaksanakan aktifitasnya, baik lingkungan fisik, psikososial, biologis maupun budaya. Lingkungan psikososial meliputi keluarga, kelompok, komunitas, dan masyarakat. Ibu selalu terlibat dalam interaksi keluarga, kelompok, komunitas, dan masyarakat.
Masyarakat merupakan kelompok  paling penting dan kompleks yang telah dibentuk oleh manusia sebagai lingkungan sosial yang terdiri dari individu, keluarga, dan komunitas yang mempunyai tujuan dan sistem nilai.
Perempuan merupakan bagian dari anggota keluarga dari unit komunitas. Keluarga yang dalam fungsinya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana dia berada. Keluarga dapat menunjang kebutuhan sehari – hari dan memberikan dukungan emosional kepada ibu sepanjang siklus kehidupannya. Keadaan sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan lokasi tempat tinggal keluarga sangat menentukan derajat kesehatan reproduksi perempuan.
(3)     Perilaku
Perilaku merupakan hasil seluruh pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya, yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
(4)     Pelayanan kebidanan
Pelayanan kebidanan adalah bagian integral dari sisitem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar (teregistrasi) yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi, dan rujukan.
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga, sesuai dengan kewenangan dalam rangka tercapainya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
(5)     Keturunan
Keturunan merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas manusia. Manusia yang sehat dilahirkan oleh ibu yang sehat.

D.    PRAKTIK KEBIDANAN
Praktik kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan pelayanan/ asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan menejemen kebidanan.

E.     ASUHAN KEBIDANAN
Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggunga jawab dalam  memberikan pelayanan klien yang mempunyai kebutuhan/ masalah dalam bidang kesehatan ibu hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir, serta keluarga berencana.

F.     PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI BIDAN
1.         Peran dan Fungsi Bidan
Bidan memiliki empat peran dan fungsi yaitu:

a.         Pelaksana
·           Tugas Mandiri
-                 Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.
-                 Memberikan pelayanan dasar pada anak remaja dan wanita pra nikah dengan melibatkan klien.
-                 Memberikan asuha kebidanan pada klien selama kehamilan normal.
-                 Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien atau keluarga.
-                 Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir.
-                 Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien atau keluarga.
-                 Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana.
-                 Memberikan asuhan kebidanan kepada wanita gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan menopause.
-                 Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan melibatkan keluarga.
·           Tugas Kolaborasi
-            Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
-            Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
-            Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
-            Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien dan keluarga.
-            Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi.
-            Menentukan diagnosa, prognosa, dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatan.
-            Menyusun rencana asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai prioritas.
-            melaksanakan asuhan kebidanan pada BBL dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan anggota keluarga.
·           Tugas Rujukan
-            Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga.
-            Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan kegawat daruratan.
-            Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.
-            Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas dengan penyulit tertentu denga kegawat daruratan dengan melibatkan klien dan keluarga.
-            Memberikn asuhan kebidanan pada BBL dengan kelainan tertentu dan kegawat daruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga.
-            Memberikan asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawat daruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan yang melibatkan klien/ keluarga.



b.        Pengelola
·                Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatka masyarakat atau klien.
·                Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melanlui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.
c.         Pendidik
·           Memberikan pendidikan dan penyuluhan pada kesehatan pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat tentang penangulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.
·           Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan dan keperawatan serta membina dukun bayi di wilayah atau tempat kerjanya.
d.        Peneliti/ investigator
Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri ataupun kelompok.
2.         Kompetensi Bidan
Bidan memiliki sembilan kompetensi yaitu:
a.        Kompetensi bidan di Indonesia
Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan ketrampilan dari ilmu –  ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya untuk wanita, BBL, dan keluarga.
b.        Pra konsepsi, KB, dan ginekologi
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh di masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.
c.         Asuhan konseling selama kehamilan
Bidan memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: deteksi dini, pengobatan, atau ruukan.
d.        Asuhan selama persalinan dah kehamilan
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi tanggap terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegaat daruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir.
e.         Asuhan pada ibu nifas dan menyusui
Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tangap terhadap budaya setempat.
f.         Asuhan pada bayi baru lahir
Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada BBL sehat sampai dengan satu bulan.
g.        Asuhan pada bayi dan balita
       Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi dan balita sehat (1 bulan – 5 tahun).
h.        Kebidanan komunitas
       Bidan merupakan asuhan yang bermutu tinggi dan komperhensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat.
i.          Asuhan pada ibu atau wanita dengan gangguan reproduksi
       Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita atau ibu dengan gangguan sistem reproduksi.
G.    PROFESIONALISME BIDAN
1.         Pengertian profesionalisme.
Seorang pekerja yang profesional adalah seorang pekerja yang terampilatau cakap dalam kerjanya, dituntut menguasai visi yang mendasari keterampilan.
Pengertian jabatan profesi perlu dibedakan antara jeni pekerjaan yang menuntut dan dapat dipenuhi lewat pembiasaan melakukan ketrampilan tertentu (magang, keterlibatan langsung dalam situasi kerja di lingkungannya dan seorang pekerja profesional sebagai warisan orang tuanya atau pendahulunya). Seorang pekerja profesional perlu dibedakan dari seorang teknisi keduanya (pekerja profesional dan teknis) dapat pula terampil dalam unjuk kerja yang sama, misal: menguasai teknis kerja yang dapat memecahkan masalah – masalah teknis dalam bidang kerjanya. Tetapi seorang pekerja profesional dituntut menguasai visi yang mendasari ketrampilan yang menyangkut wawsan filosofi, pertimbangan rasional dan memiliki sifat yang positif dalam melaksanakan serta memperkembangkan mutu karya (T. Raka Joni, 1980).
2.         Prilaku profesionalisme bidan.
a.         Bertindak sesuai keahlian
b.        Mempunyai moral yang tinggi
c.         Bersifat jujur
d.        Tidak melakukan coba – coba
e.         Tidak memberikan janji yang berlebihan
f.         Mengembangkan kemitraan
g.        Terampil berkomunikasi
h.        Mengenal batas kemampuan
i.          Mengadvokasi pilihan ibu
3.         Ciri – ciri jabatan profesional
a.         pelaku secara nyata (de facto) dituntut berkecekapan kerja Bagi (keahlia) sesuai dengan tugas – tugas khusu serta tuntutan dari jenis jabatannya (cenderung kespesialisasi)
b.        Kecakapan dan keahlian bukan sekedarhasil pembiasaan atau latihan rutin yang terkondisi, tetapi perlu didasari oleh wawasan keilmuan yang mantap serta menuntut pndidikan juga. Jabatan yang terprogram secara relevan serta berbobot, terselenggara secara efektif-efisien dan tolak ukur evaluatifnya terstandar.
c.         Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas, sehingga pilihan jabata serta kerjanya didasari olh kerangka nilai tertentu, bersikap positif terhadap jabatan dan perannya, dan bermotifasi serta berusaha untuk berkarya sebaik-baiknya: Hal ini mendorog pekerja profesional yang bersangkutan untuk selalu meningkatkan (menyempurnakan) diri serta karyanya orang tersebut secara nyata mencintai profesinya dan memiliki etos kerja yang tinggi.
d.        Jabatan profesional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat dan atu negaranya. Jabatan professional memiliki syarat-syarat serta kode etik yang harus dipenuhi oleh pelakunya, hal ini menjamin kepantasan berkarya dan sekaligus merupakan tanggung jawab sosial pekerja professional tersebut.
4.         Bidan merupakan jabatan profesional
Bidan merupakan jabatan profesional. Berdasarkan syarat-syarat profesional, maka bidan telah memiliki persyaratan dari bidan sebagai jabatan profesional:
a.         Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis.
b.        Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan bidan sebagai tenaga profesional.
c.         Keberadaannya diakui dan diperlakukan oleh masyarakat.
d.        Memiliki kewenangan yang disahkan atau diberikan oleh pemerintah.
e.         Memiliki peran dan fungsi yang jelas.
f.         Memiliki kompetensi yang jelas dan terukir.
g.        Memiliki organisasi profesi sebagai wadah.
h.        Memiliki kode etik kebidanan.
i.          Memiliki standar pelayanan.
j.          Memiliki standar praktek.
k.        Memiliki standar pendidikan yang mendasar dan mengembangkan profesi sesuai kebutuhan pelayanan.
l.          Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahan pengembangan kompetensi.
Sehubungan dengan profesionalisme jabatan bidan, maka bidan merupakan jabatan profesional. Jabatan dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu:
1)         Jabatan Struktural
Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tegas dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi.
2)        Jabatan Fungsional
Jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat dan negara. Selain fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat, jabatan fungsional juga berorientasi kualitatif. Dalam konteks ini, jabatan bidan adalah jabatan fungsional profesional dengan demikian adalah wajar jika bidan mendapatkan tunjangan fungsional.

H.    SISTEM PENGHARGAAN BIDAN
Penghargaan adalah perbuatan yang menghargai, penghormatan. Lembaga yang menerima penghargaan:
1.      Bidan teladan
2.      BPS berprestasi
3.      Bidan berprestasi
Tujuan penghargaan bidan adalah meningkatkan citra Bidan dan IBI dimasyarakat memberikan penghargaan kepada bidan atas darma baktinya kepada KIA khususnya dan masyarakat umumnya. Salah satu penghargaan untuk bidan adalah pemilihan bintang IBI yang disponsori oleh indofood.
BIDAN:
Bersih alat, bersih tempat, bersih tangan, bersih hati, dan lingkungan.
Ilmu selalu mau belajar hal – hal baru dalam ilmu kebidanan.
Dedikasi rela mengorbankan tenaga dan pikiran demi keselamatan dan kesejahteraan ibu, wanita dan keluarga.
Akurat senantiasa mengacu pada setandar prosedur yang bertaraf internasional dalam menjaga akurasi dalam tindakan.
Nyaman mengutamakan kepuasan pasien dengan menerapkan pelayanan sayang ibu dan sayang anak.
I.       PENGEMBANGAN KARIER BIDAN
Dengan dicanangkannya gerakan pembangunan berwawasan kesehatan sebagai strategi pembangunan nasional untuk mewujudkan MDG, s2015, maka pembangunan kesehatan memasuki era baru. Sejalan dengan kemajuan ilmu dan teknologi menuntun pula adanya peningkatan pelayanan disegala bidang kesehatan, khususnya bidan kesehata reproduksi. Adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga yang memiliki kemampuan dan ketrampilan serta sikap profesional. Untuk menunjang terciptanya kemampuan bidan yang dapat melaksanankan pelayanan kebidanan secara berkualitas sesuai dengan kewenangan dan otonominya, sejak tahun 1996 telah dilaksanakan program Diploma III  kebidanan dengan menggunakan kurikulum nasional yabg telah ditetapkan melalui surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.009/U/1996.
SMU       DIII      DIV      SII      SIII
SMU     DIII       SI     SII      SIII 
Perbedaan antara DIV dan SI kebidanan adalah jika DIV kebidanan lebih mengutamakan dan memperbanyak praktek, sedangkan SI lebih memperbanyak teori.
Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kualitas dan profesionalisme bidan sebagai SDM kesehatan, maka pengembangan karier harus diperhatikan baik dalam jalur jabatan fungsional, structural, maupun profesi serta pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Pengembangan karir ini sekaligus merupakan penghargaan serta serta motivasi terhadap bidan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Penghargaan karir ini merupakan penghargaan yang diberikan ata prestasi kerja dan pengabdianya terhadap negara. Sekaligus sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdian. Pengembangan karir bidan meliputi karir fungsional dan struktural. Jabatan fungsional sebagai bidan dapat didapat melalui pendidikan berkelanjutan baik secara formal maupun nonformal yang hasil akhirnya akan meningkatkan kemampuan profesional bidan dalam melaksanakan fungsinya sebagai pelaksana, pendidik, pengelola, dan peneliti.

J.      MANAJEMEN KEBIDANAN
Bidan sebagai seorang pemberi layanan kesehatan (health provider) harus dapat melaksanakan pelayanan kebidanan dengan melaksanakan manajemen yang baik. Dalam hal ini bidan berperan sebagai seorang manajer, yaitu pengelola atau memanage segala sesuatu tentang kliennya sehingga tercapai tujuan yang diharapkan dalam mempelajari manajemen kebidanan diperlukan pemahaman mengenai dasar – dasar manajemen sehingga konsep – konsep dasar manajemen merupakan bagian penting sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang manajemen kebidanan.


1.    Konsep Dasar Manajemen
Akar atau dasar manajemen kebidanan adalah ilmu manajemen secara umum. Dengan mempelajari teori manajemen, maka diharapkan bidan dapat menjedi manajer ketika mendapat kedudukan sebagai seorang pimpinan dan sebaliknya dapat melakukan pekerjaan yang baik pula ketika menjadi bawahan dalam suatu sistem organisasi kebidanan. Demikian pul;a dalam hal memberikan pelayanan kesehatan pada kliennya, seorang bidan haruslah menjadi seorang manajer yang baik dalam rangka pemecahan masalah dari klien tersebut.
a.         Pengertian Manajemen Secara Umum
             Suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang – orang kearah tujuan keorganisosialan atau maksud – maksud yang nyata. (GeorgeR.Terry & Leslie W.Rue).
           Suatu kegiatan, pelaksanaan alalah ‘managing’ yaitu suatu pengelolaan, sedangkan pelaksanaan disebut manajer atau pengelola. Seorang manajer adalah orang yang melaksanakan fungsi manajemen bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri dan pekerjaan orang lain, menyeimbangkan tujuan yang saling bertentangan dan menentukan prioritas, maupun berfikir secara analisis dan konseptual, menjadi penengah, politisi dan diplomat, dan mampu mengambil keputusan yang sulit. Inti dari manajemen adalalah kepemimpinan, seorang manajer yang baik adalah yang memiliki jiwa pemimpin.
b.        Teori – teori manajemen
1)        Teori manajemen ilmiah (Scient tific management theory)
Teori ini mengatakan bahwa manajer pada tingkat bawah sangat penting, karena berhubungan langsubg dengan proses produksi, dan menentukan berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai target yang ditentukan (Frederic W. Tylor).
2)        Teori administratif (Administratif theory)
Teori ini mengatakan bahwa yang paling penting adalah organisasi pada tingkat teratas, karena segala sesuatu dapat berjalan dengan baik jika manajer dapat mengerakkan organisasi sesuai dengan prinsip – prinsip manajeme.
3)        Teori motifational (Motivational theory)
Teori ini mengatakan bahwa efektif seorang manajer adalah seorang yang dapat memotivasi stafnya agar bekerja dengan baik dan memeperhatikan staf tersebut.
4)        Teori situational (Situatonal theory)
Teori ini berdasar asumsi dasar untuk melakukan motivasi pada pada seseorang untuk melakukan pekerjaan, yang berhubungan dengan:
·      Pencapaian tujuan yang diharapkan.
·      Kepuasan pribadi.
·      Reward.
c.         Fungsi – fungsi manajemen
Ada empat fungsi manajemen, yaitu:
(a)      Planning (Perencanaan)
Menentukan tujuan yang akan dicapai selama satu waktu yang akan datang dan apa yang harus diperbuat untuk mencapai tujuan – tujuan itu.
(b)     Organizing
Mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan pening dalam memeberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan itu.
(c)      Staffing
Menentukan keperluan – keperluan sumber daya manusia, pengerahan, penyaringan, latian penegmbangan.
(d)     Motivating
Mengarahkan atau menyalurkan perilaku kearah tujuan – tujuan.
(e)      Controlling (pengawasan)
Mengukur pelaksanaan dengan tujuan – tujuan, menentuka sebab – sebab pentimpangan dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
d.        Manajemen skill
Ada tiga yang harus dimiliki oleh manajer menurut La Monica, yaitu:
1)        Tecnical skill
Kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metoda, teknik, peralatan untuk melaksanakan tugas – tugas dan pekerjaan, didapatkan melalui pengalaman, pendidikan dan latian.
2)        Human skill
Kemampuan untuk bekerja dengan baik bersama staff, yang meliputi pengertian dan motivasi yang diberikan dan dengan melaksanakan kepemimpinan yang efektiv.
3)        Conceptual skill
·      Mempunyai kemampuan untuk mengetahui seluk beluk organisasi.
·      Melaksanakan peran dan tanggung jawab dengan baik.
·      Mengunsksn pengetahuan untuk menata organisasi.
·      Melakukan kontak mata dengan staff dan melakukan komunikasi yang efektif.

b)     Manajemen Kebidanan
a.        Pengetian manajemen kebidanan
*        Suatu metode poses berfikir logis dan sistematis. Olaeh karena itu manajemen kebidanan merupakan alur fikir seorang bidan dalam memberikan asuhan kebidanan.
*        Pendekatan  yang dilakukan oleh bidan dalam menetapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisa data, diagnosa kebidanan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.(Buku 50 tahun IBI \, 2007)
*        Metode dan pendekatan masalah ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu, keluarga, dan masyarakat.(Depkes RI,2005)
*        Proses pemecahan masalah yang dilakukan sebagai metode untuk mengorganisasi pikiran dan tindakan berdasarkan teori tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan pengambilan suatu keputusan.(Helen Varney,1997)
b.        Prinsip manajemen kebidanan
Prinsip proses manajemen kebidanan menurut varney. Proses manajemen kebidanan sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh American Collage of  Nurse Midwife (ACNM):
1)        Secara sistematis mengumpulkan data dan memperbaharui data yang lengkap dan relevan dengan melakukan [engkajianyang komperhensif terhadap pasien.
2)        Mengidentifikasi masalah dan membuat diagnosa.
3)        Mengidentifikasi kebutuhan asuhan terhadap kesehatan daa\lam menyelesaikan masalah dan merumuskan asuhan kebidanan.
4)        Memberi informasi dan support sehingga klien dapat membuat keputusan dan bertanggung  jawab terhadap kebutuhannya.
c.         Sasaran manajemen kebidanan
Sasaran manajemen kebidanan antara lain: indifidu, ibu dan anak, keluarga, maupun kelompok lain.
d.        Proses manajemen kebidanan
Langkah – langkah menejemen kebidanan yaitu:           
1)        Identifikasi dan analisis masalah
Bidan tidak diperbolehkan menduga – duga masalah terhadap kliennya. Langkah ini berisi: kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis data dan fakta untuk merumuskan masalah.
2)        Diadnosa kebidanan
Setelah ditentukan masalahnya dan maslah utamanya maka bidan merumuskan dalam suatu pernyataan yang mencakup kondisi masalah, penyebab dan prediksi kondisi tersebut.
3)        Perencanaan
Berdasr diagnosa bidan menyusun rencana kegiatan yang berisi tujuan dan langkah – langkah yang akan dilakukan oleh bidan.
4)        Pelaksanaan
Dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
5)        Evaluasi
Tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana.
Menurut varney ada 7 yaitu:
1)        Pengumpulan data dasar
2)        Interpretasi data dasar
3)        Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial den mengantisipasi penanganannya.
4)        Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera untuk melakukan konsultasi, kolaborasi, dengan tenaga kesehatan lain berdasar kondisi pasien.
5)        Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh
6)        Pelaksananaan langsung dengan efisien dan aman.
7)        Mengevaluasi.
e.         Implementasi manajemen kebidanan
1)        Identifikasi dan analisis masalah
·      Data subjektif

-       Biodata
-       Riwayat mentruasi
-       Riwayat pernikahan
-       Riwayat kehamilan dan persalinan
-       Riwayat ginekologi
-       Riwayat keluarga berencana
-       Riwayat kehamilan sekarang
-       Gambaran penyakit yang lalu
-       Riwayat penyakit keluarga
-       Keadaan sosial budaya

·      Data objektif
Data objektif dikumpulkan melalui:
-       Pemeriksaaan fisik
-       Pemeriksaan khusus
-       Pemeriksaan penunjang
2)        Diagnosis
Unsur – unsur yang perlu dicantumkan dalam diagnosis:
·      Keadaan pasien klien
·      Masalah utama dan penyebab
·      Masalah potensial
·      Prognosa
Contoh diagnosis:
Ibu dengan G (gravida) 1, P (partus) 0, A (abortus) 0, kehamilan 36 minggu,
puki (letak punggung janin kiri), preskep presentasi kepala), DJJ (denyut jantung janin) positif (+), kurang percaya diri kemungkinan karna kurang pengertian terhadap kehamilan. Maslah potensial kemungkinan partus lama, prgnosa kearah balik.
3)        Rencana tindakan
4)        Tindakan pelaksanaan
5)        Evaluasi


BAB III
LAPORAN PRAKTIKUM


LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM KONSEP KEBIDANAN

Nama Mahasiswa        : 1. Fahliani mastufah
                                      2. Fardila
                                      3.Febrila Sabatini
                                      4.Icha meilina saputri
                                      5.Purwati
                                      6. Sri hendarti
                                      7. Yufita andrianingsih
Tempat Praktik            : Sokaraja
Semester/ Tingkat       : 1 (satu)
Hari Tanggal               : 5 Desember 2011
Pembimbing Lahan     : Ny. Dian yuni purwani, Amd.keb
                                                                                                                     
A.    Konsep Dasar  :
Falsafah, Paradigma, Konsep dan kerangka Konsep Kebidanan

B.     Penerapan Konsep :
Mengidentifikasi sikap bidan dan batasan tugas dan wewenang bidan dilatarbelakangi pemahaman teantang falsafah, paradigm, konsep dan kerangka konsep kebidanan.
·      Sikap pada pasien
-            Ny. Dian Yuni Purwani, Amd.Keb telah sesuai dengan falsafah kebidanan, yaitu dengan selalu bersikap baik, ramah, selalu mengontrol dan memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan pada pasien.
-            Ny. Dian Yuni Purwani, Amd.Keb percaya bahwa setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan.
·      Sikap pada keluarga pasien dan masyarakat
-       Ny. Dian Yuni Purwani, Amd.Keb Melakukan komunikasi terbuka.
-       Ny. Dian Yuni Purwani, Amd.Keb melibatkan pasien maupun keluarga dalam setiap tindakan yang dilakukan.
-       Ny. Dian Yuni Purwani, Amd.Keb memberikan kebebasan kepada pasien dalam memilih pelayanan kesehatan.
·      Batasan bidan (pengertian bidan, sasaran pelayanan bidan, batasan tugas dan wewenang bidan, bentuk pelayanan kebidanan)
-            Seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang di akui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Indonesia serta memiliki kompotensi dan kualifikasi untuk di register, sertifikasi dan secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.
-            BBL, Balita, Remaja, wanita pada masa subur sampai menopause
-            Hanya melayani pelayanan kebidanan yang bersifat fisiologis,apabila ada klien dengan kondisi yang patologis maka dilakukan kolaborasi atau rujukan.
-            Melayani APN, KIA, KB, Imunisasi, serta konsultasi.

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM KONSEP KEBIDANAN
Nama Mahasiswa        :1. Fahliani Mastufah
                                     2. Fardila
                                     3. Febrila Sabatini
                                     4. Icha Meilina Saputri
                                     5. Purwati
                                     6. Sri Hendarti
                                     7. Yufita Andrianingsih
Tempat Praktik            :Sokaraja
Semester/ Tingkat       :Semester I
Hari Tanggal               :
Pembimbing Lahan     : Dian Yuni Purwani, Amd.Keb
                                                                                                                     
A.    Konsep Dasar  :
            Peran, Fungsi dan Kompetensi bidan

B.     Penerapan Konsep :
Mengidentifikasi peran, fungsi dan Kompetensi bidan di BPM yang telah dilaksanakan .

NO
PERAN
FUNGSI
KOMPETENSI
1.
Pelaksana
A.    Tugas Mandiri :
a.       Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.
b.      Memberikan pelayanan dasar pada anak remaja dan wanita pranikah dengan melibatkan klien.
c.       Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan, persalinan nifas,BBL,balita,wanita usia subur,wanita dengan gangrep,wanita dalam masa menopause.
B.     Tugas Kolaborasi :
a. Memberikan asuhan kepada ibu hamil dengan resiko tinggi dan melakukan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
b. Memberikan asuhan kepada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
c. Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas, BBL, Balita, dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien dan keluarga.

C.     Tugas rujukan Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada hamil, masa persalinan, nifas, BBL, balita dengan resiko tinggi dan kegawat daruratan.
Memberikan asuhan pada masyarakat, kepada ibu hamil, antenatal care, prenatal care, postpartum, KB, imunisasi, KIA.










2.
Pendidik
A.    Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada individu,keluarga,kelompok,dan masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya berhubungan dengan KIA dan KB.
B.     Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan dan keperawatan serta membina dukun bayi di wilayah tempat kerjanya.
Memberikan penyuluhan kepada bidan desa, kader dan dukun bayi di wilayah kerja.

3.
Peneliti
A.    Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok.
Belum melakukan penelitian

4.
Pengelola
A.    Mengembangkan  pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu,keluarga,kelompok khusus, dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat atau klien.
B.     Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan  dukun bayi,kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada dibawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.



        
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM KONSEP KEBIDANAN

Nama Mahasiswa        : 1. Fahliani Mastufah
                                     2. Fardila
                                     3. Febrila Sabatini
                                     4. Icha Meilina Saputri
                                     5. Purwati
                                     6. Sri Hendarti
                                     7. Yufita Andrianingsih

Tempat Praktik            :Sokaraja
Semester/ Tingkat       :Satu/1
Hari Tanggal               :
Pembimbing Lahan     : Dian Yuni Purwani, Amd.Keb
                                                                                                                     
A.    Konsep Dasar  :
Profesionalisme Bidan

B.     Penerapan Konsep :
Mengidentifikasi kriteria profesionalisme bidan di BPM yang telah dipenuhi

NO
Kriteria Profesional
Sudah ada (dilaksnkan)/Belum (dilaksnkan)
Keterangan (Hambatan)
1.
SPK
Sudah Ada
SPK Depkes Purwokerto
2.
D I Kebidanan
Sudah Ada
PPB SPK Depkes Purwokerto
3.
Bidan PTT
Sudah Ada
Puskesmas 2 Sokaraja
4.
D3 Kebidanan
Sudah ada
Akbid Paguwarmas Maos Cilacap
5.
S1 Kebidanan
Belum
Tidak ada waktu untuk melajutkan pendidikan

     
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM KONSEP KEBIDANAN

Nama Mahasiswa        : 1. Fahliani Mastufah
                                     2. Fardila
                                     3. Febrila Sabatini
                                     4. Icha Meilina Saputri
                                     5. Purwati
                                     6. Sri Hendarti
                                     7. Yufita Andrianingsih

Tempat Praktik            :Sokaraja
Semester/ Tingkat       :Satu/1
Hari Tanggal               :
Pembimbing Lahan     : Dian Yuni Purwani, Amd.Keb
                                                                                                                     
A.    Konsep Dasar  :
Sistem Penghargaan Bidan

B.     Penerapan Konsep :
Mengidentifikasi sistem penghargaan bidan di BPM yang telah dipenuhi

NO
Penghargaan yang diperoleh

Keterangan

1.
Bidan Delima
Belum

2.
Bidan Andalan
Belum





LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM KONSEP KEBIDANAN

Nama Mahasiswa        : 1. Fahliani Mastufah
                                     2. Fardila
                                     3. Febrila Sabatini
                                     4. Icha Meilina Saputri
                                     5. Purwati
                                     6. Sri Hendarti
                                     7. Yufita Andrianingsih

Tempat Praktik            : Sokaraja
Semester/ Tingkat       : Satu/1
Hari Tanggal               :
Pembimbing Lahan     : Dian Yuni Purwani, Amd.Keb
                                                                                                                     
A.    Konsep Dasar  :
Standar Pelayanan Kebidanan

B.     Penerapan Konsep :
Mengidentifikasi 24 Standar Pelayanan Kebidanan di BPM
NO
STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN
KOMPETENSI
1.
Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
Penyuluhan kesehatan lingkungan
Pamantauan masyarakat sekitar
Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja sejak dini
2.
Pencatatan

Dokumentasi kegiatan dan tindakan yang di lakukan
3.
Identifikasi ibu hamil

Dilakukan anamnesa pada ibu, lalu melakukan test kehamilan menggunakan test pack, selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik pada ibu apakah  ada tanda – tanda kehamilan atau tidak.
4.
Pemeriksaan dan pemantauan ibu hamil

Pemeriksaan di bidan praktek mandiri dan puskesmas
5.
Palpasi abdominal

Pemeriksaan tinggi fundus uteri
6.
Pengelolaan anemi pada kehamilan

Pantauan kesehatan, Pemberian obat tambah darah, cek HB
7.
Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan

Pemeriksaan protein urine
Menganjurkan pasien istirahat
Pemantauan tiap bulan
8.
Persiapan persalinan

Mempersiapkan alat yang akan di gunakan
Tempat
Mempersiapkan surat-surat yang mungkin di perlukan misalnya jampersal, jamkesmas
9.
Asuhan persalinan kala I

Menganjurkan ibu untuk jalan-jalan agar mempercepat pembukaan
10.
Persalinan kala II yang aman

Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
Menganjurkan suami/keluarga mendampingi persalinan
11.
Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat

Dilakukan observasi ada perdarahan atau  tidak, kontraksi uterus baik atau tidak , kalau kontraksi tidak baik maka suntik sintocinon satu ampul, plasenta diregangkan atau tangan kiri menahan diatas simpisis, kalau tali pusat tidak tertarik berarti sudah  lepas .
12.
Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomy


Belum Pernah
13.
Standar pelayanan nifas

Memantau  keadaan  ibu post partum hingga dua jam lalu dilakukan pemeruksaan berkala.
14.
Penanganan pada dua jam pertama setelah persalinan

Pemantauan hingga 2 jam setelah persalinan
Apakah terjadi perdarahan atau tidak, merasa mulas atau tidak
15.
Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas

Memberikan asuhan kepada ibu tentang teknik menyusui yang benar
Memberikan nutrisi pada ibu nifas
Kebutuhan nutrisi pada BBL
Adaptasi psikologis ibu sesudah bersalin
16.
Penanganan perdarahan dalam kehamilan

Jika usia kehamilan lebih dari 7 bulan dilakukan rujukan
Jika awal bulan di lakukan antisipasi dan jika perdarahan berlanjut maka dilakukan rujukan
17.
Penanganan kegawatan pada eklamsi

Langsung dilakukan rujukan
18.
Penanganan kegawatan pada partus lama/macet

Dilakukan kolaborasi, apabila tidak bisa di tangani maka dilakukan rujukan
19.
Persalinan dengan Forcep rendah

Tidak melakukan
20.
Persalinan dengan menggunakan Vacum Ekstraktor

Tidak melakukan
21.
Penanganan Retensio Plasenta

Melakukan pemasangan infuse
Memberikan oksitoksin setelah 15 menit
dan dilakukan rujukan
22.

Penanganan Perdarahan Post partum Primer

Meterniti, eksplorasi, infuse, KPE
23.
Penanganan Perdarahan Post Partum sekunder

Infus, rujukan
24.
Penanganan Sepsis Puerperalis

-

BAB IV
PEMBAHASAN


A.    FALSAFAH, PARADIGMA, KONSEP DAN KERANGKA KONSEP KEBIDANAN.
Bidan Praktek Mandiri (BPM) merupakan tempat di mana seseorang bidan bekerja secara mandiri. Seperti halnya BPM yang telah kami observasi yaitu bidan Ny.Dian Yuni Purwani,Amd.Keb. Dalam praktiknya sikap bidan Dian kepada pasien yaitu dilatarbelakangi oleh pemahaman tentang :
1.      Falsafah kebidanan yakni bidan Dian meyakini bahwa setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia tanpa membeda-bedakan status sosial pasien,mengutamakan keramah tamahan, menjalin komunikasi yang baik dengan pasien maupun keluarganya,serta memberikan informasi dan memberikan kebebasan kepada pasien dalam memilih pelayanan kesehatan yang diingingkan.
2.      Paradigma kebidanan yakni bidan Dian sangat memperhatikan keadaan perempuan, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan dan keturunan. Menurut beliau perempuan sebagai penerus generasi selanjutnya,oleh karena itu kesehatan perempuan sangatlah penting,dengan sehatnya perempuan baik jasmani maupun rohani maka, akan melahirkan generasi yang sehat pula.

B.     MENGIDENTIFIKASI PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI BIDAN DI BPM.
Dalam melaksanakan tugasnya bidan mempunyai empat peran yaitu peran pelaksana, pendidik, peneliti dan pengelola, namun bidan Dian baru melaksanakan perannya sebagai bidan pelaksana dan pendidik.
1.      Peran pelaksanaa, dalam tugas pelaksana Ny. Dian melaksanankan tiga layanan yaitu:
a.       Tugas mandiri, Ny. Dian melayani pemeriksaan hamil, persalinan normal, KB, imunisasi, KIA, serta konsultasi.
b.      Tugas kolaborasi yaitu bekerjasama dengan bidan atau tenaga kesehatan yang lain apabila ada pasien dengan keadaan patologis.
c.       Tugas rujukan yaitu merujuk ke tngkatan yang lebih tinggi jika terjadi kegawatan/ apabila dalam menangani persalinan terjadi perdarahan yang tidak dapat ditangani, dll. Maka dapat dilakukan rujukan ke Rumah sakit namun sebelumnya dilakukan pertolongan pertama terlebih dahulu oleh Ny. Dian misalnya: Memberi infus, dll.
2.       Peran pendidik, Ny. Dian telah melaksanakan perannya sebagai pendidik yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada bidan desa, kader, serta dukun bayi di wilayah kerjanya.
3.      Peran peneliti, Ny. Dian belum melaksanakan peran tersebut  karena adanya hambatan untuk melaksanakan peran tersebut. Seperti halnya peran peneliti, sebenarnya beliau ingin melakukan penelitian terhadap beberapa kasus yang terjadi di wilayah kerjanya tetapi karena keterbatasan waktu sampai saat ini beliau belum melakukan penelitian tersebut.
4.      Peran pengelola,Ny. Dian belum melaksanankan perannya sebagai pengelola.

C.     PROFESIONALISME BIDAN.
Ny.Dian Yuni Purwani, Amd.Keb telah memenuhi beberapa kriteria profesionalisme yang telah dilaksanakan yaitu sebagai berikut:
1.        SPK
2.        DI Kebidanan
3.        Bidan PTT
4.        DIII Kebidanan
5.        Kecuali SI kebidanan yang belum dapat beliau laksanakan karena tidak ada waktu untuk melanjutkan pendidikan.

D.    SISTEM PENGHARGAAN BIDAN
Ny.Dian Yuni Purwani,Amd.Keb belum mendapat penghargaan bidan delima ataupun bidan andalan.

E.     PENGEMBANGAN KARIR BIDAN DI BPM
Ny.Dian juga melaksanakan aspek jabatan dalam kebidanan, yang meliputi:
1.      Jabatan fungsional
Ny.Dian menjadi bidan pelaksana muda golongan II A.
Ny.Dian juga telah menempuh pendidikan hingga DIII Kebidanan sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh pemerintah, selain itu Ny.Dian mengikuti pelatihan – pelatihan untuk mengembangkan dan memperdalam ilmu kebidanan beliau, pelatihan yang pernah beliau ikuti meliputi:
(a)    Pelatihan APN
(b)   Pelatihan pemasangan IUD dan Implan
(c)    Pelatihan Desa siaga
(d)   Pelatihan POSKESDES
2.      Jabatan struktural
Ny.Dian juga bekerja di Puskesmas 2 Sokaraja sebagai seorang bidan pelaksana.

F.     STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN
1.     Persiapan untuk kehidupan sehat
Ny. Dian telah melksanakan peranya yaitu dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan terhadap masyarakat serta melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja.
2.     Pencatatan
Ny, Dian telah melakukan dokumentasi dengan metode SOAP
3.     Identifikasi ibu hamil
Melakukan anamnesa pada ibu, lalu melakukan test kehamilan menggunakan test pack, selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik pada ibu apakah  ada tanda – tanda kehamilan atau tidak.
4.     Pemeriksaan dan pemantauan ibu hamil
Ny. Dian melakukan pemeriksaan ibu hamil di bidan praktek mandiri dan puskesmas.
5.     Palpasi abdominal
Ny. Dian melakukan palpasi abdominal saat melakukan pemeriksaan tinggi fundus uteri pada ibu hamil.
6.     Pengelolaan anemi pada kehamilan
     Ny. Dian melakukan pemantauan  kesehatan, Pemberian obat tambah darah, cek HB pada ibu hamil untuk menangan anemi.
7.     Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
     Ny. Dian melakukan pemeriksaan protein urine, menganjurkan pasien istirahat, memantauan tiap bulan. Dalam menangan ibu hamil yang mengalami hipertensi.
8.     Persiapan persalinan
     Ny. Dian melakukan mempersiapkan alat yang akan di gunakan, tempat, mempersiapkan surat-surat yang mungkin di perlukan misalnya jampersal, jamkesmas, dll. Untuk kelancaran persalinan.
9.     Asuhan persalinan kala  I
Ny. Dian menganjurkan ibu untuk jalan-jalan agar mempercepat pembukaan.
10. Persalinan kala II yang aman
     Ny. Dian mengatur posisi pasien senyaman mungkin dan menganjurkan suami/keluarga mendampingi persalinan.
11. Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat
     Ny. Dian melakukan observasi ada perdarahan atau  tidak, kontraksi uterus baik atau tidak , kalau kontraksi tidak baik maka suntik sintocinon satu ampul, plasenta diregangkan atau tangan kiri menahan diatas simpisis, kalau tali pusat tidak tertarik berarti sudah  lepas.
12. Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomy
     Belum Pernah
13. Standar pelayanan nifas
     Memantau  keadaan  ibu post partum hingga dua jam lalu dilakukan pemeruksaan berkala
14. Penanganan pada dua jam pertama setelah persalinan
     Pemantauan hingga 2 jam setelah persalinan apakah terjadi perdarahan atau tidak, merasa mulas atau tidak.
15. Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas
     Memberikan asuhan kepada ibu tentang teknik menyusui yang benar, memberikan nutrisi pada ibu nifa, kebutuhan nutrisi pada BBL, adaptasi psikologis ibu sesudah bersalin.
16. Penanganan perdarahan dalam kehamilan
     Jika usia kehamilan lebih dari 7 bulan dilakukan rujukan
Jika awal bulan di lakukan antisipasi dan jika perdarahan berlanjut maka dilakukan rujukan
17. Penanganan kegawatan pada eklamsi
     Langsung dilakukan rujukan
18. Penanganan kegawatan pada partus lama/macet
     Dilakukan kolaborasi, apabila tidak bisa di tangani maka dilakukan rujukan
19. Persalinan dengan Forcep rendah
     Tidak pernah
20. Persalinan dengan menggunakan Vacum Ekstraktor
     Tidak pernah
21. Penanganan Retensio Plasenta
     Melakukan pemasangan infuse
Memberikan oksitoksin setelah 15 menit dan dilakukan rujukan
22. Penanganan Perdarahan Post partum Primer
     Meterniti, eksplorasi, infuse, KPE
23. Penanganan Perdarahan Post Partum sekunder
     Infus, rujukan
24. Penanganan Sepsis Puerperalis
     Tidak pernah
G.    MANAJEMEN KEBIDANAN DENGAN MELIHAT KASUS PASIEN
Dalam melaksanakan penerapan manajemen kebidanan pada pasien Ny.Dian menggunakan metode SOAP untuk melakukan dokumentasi.
Contohnya:
1.      Data Subyektif
Identitas Bayi
Nama Bayi : By Ny.
Umur          : BBL 5 menit
TTL Bayi   :
Jam lahir    :
Identitas Penanggug jawab
Nama Ibu        : Ny
Umur               : 25 th
Agama             : Islam
Suku/Bangsa   : Jawa
Pendidikan      : SLTP
Pekerjaan        :
Alamat            : Ds. Klahang
Nama Ayah     : Tn
Umur               : 27 th
Agama             : Islam
Suku/Bangsa   : Jawa
Pendidikan      : SLTA
Pekerjaan        : Swasta
Alamat            : Ds. Klahang
Allowanamnesa:
a.       Alasan datang
BBL baru lahir spontan pervagina, bergerak aktif, warna kemerahan dan menangis kuat.
b.      Keluhan utama
Tali pusat masih basah, bayi masih diselimuti cairab ketuban.
c.       Riwayat kesehatan bayi
1)      Riwayat kesehatan terdahulu
·         Riwayat antenatal
Selama kehamilan ibu tidak pernah sakit, terutama penyakit menular, menurun, menahun.
·         Riwayat internatal
Ibu melahirkan di BPM dengan dibantu oleh bidan tanpa penghambat.
·         Riwayat postnatal
Bayi lahir normal pervagina, normal, lengkap, tidak ada kelainan. APGAR Score 7-8-9.
BB 300 gr                                              PB 49 an
LK 33 an                                               LD 34 an
Lila 11 cm                                             LP 31 cm
2)      Riwayat kesehatan sekarang
BBL baru lahir spontan pervagina, bergerak aktif, warna kemerahan dan menangis kuat. Bayi terbungkus kain/handuk.
3)      Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga ibu dan suami tidak ada yang menderita penyakit menular, menurun, menahun.
d.      Pola pemenuhan kebutuhan
1)      Nutrisi
ASI dini
IMD (Inisiasi Menyusui Dini)
2)      Eliminasi
BAK: Bayi sudah BAK saat lahir warna jernih bercampur mekoneum.
BAB: Bayi sudah BAB warna hijau kehitaman (mekoneum)
3)      Aktivitas
Bayi bergerak aktif
4)      Personal hygine
Bayi  belum boleh dimandikan sebelum enam jam pasca lahir.

e.       Riwayat psikososial, cultural, dan spiritual
·         Ibu merasa senang dengan kelahiran putranya.
·         Ibu merencanakan kehamilan dan persalinan itu.
·         Selam hamil ibu melaksanakan adat mitoni (tujuh bulanan).
·         Ibu beragama islam dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
f.       Data pengetahuan ibu
Ibu sudah tahu mengenai kehamilan, persalinan, dan masa nifas dari pendidikan kesehatan oleh bidan.
2.      Data Objektif
a.       Pemeriksaan Umum
Keadaan umum   : baik
Kesadaran           : composmentif
Respirasi             : 46 x/ menit
Nadi                    : 144 x/ menit
Suhu tubuh         : 36,3oC
b.      Pemeriksaan Fisik
·         Kepala       : bentuk mesochepal.
·         Muka         : kemerahan tidak oedem
·         Mata          : simetris, conjunctiva merah muda dan sclera tidak        kuning.
·         Hidung      : simetris, tidak ada polip,cuping hidung normal dan ada septum nasal.
·         Telinga      : simetris,tidak ada serumen dan tulang rawan ( kartilago) tidak terlipat.
·         Mulut        : simetris,kemerahan tidak ada kelainan seperti bibir sumbing.
·         Leher        : tidak ada kekakuan,tidak ada pembengkakan,tidak ada pembesaran kelenjar tyroid/parotis.
·         Dada         : simetris, tidak ada retraksi interkostal/dimpling atau stridor , jantung normal,paru-paru tidak ada wheezing.
·         Ketiak       : tidak ada pembesaran kelenjar limfe/ massa abnormal.
·         Abdomen    : bentuk supel, tidak ada ascites.
·         Tali pusat    : normal, bentuk segar, tidak keriput.
·         Kulit            : turgor normal.
·         Genetalia     : labia mayora menutupi labia minora,clitoris ada dan                                     menonjol.
·         Anus            : berlubang dan tidak ada kelainan.
·         Punggung    : normal, tidak ada spina bifida
·         Ekstremitas : tidak ada gangguan gerak.
c.       Pemeriksaan Reflek Primitif
Moro               : (+)
Rooting           : (+)
Swallowing    : (+)
Grasph           : (+)
d.      Antropometri
PB       : 49 cm
BB       : 3000 gr
LD       : 34 cm                       
LIKA   : 33 cm
LILA   : 31 cm
e.       Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan.
3.      Assesment
Diagnose kebidanan
Bayi Ny umur BBL 5 menit, fase stabilitas.
4.      Planning (perencanaan)
1.      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bayinya baik, sehat dan normal.
2.      Mengeringkan bayi dari cairan ketuban dan membersihkan verniks caseosa dengan minyak.
3.      Melakukan IMD (Inisiasi menyusui Dini) dengan meletakkan antara kulit bayi dengan kulit ibu ( skin to skin), member kesempatan pada bayi mencari putting payudara ibu sendiri untuk meningkatkan keberhasilan menyusui.
4.      Merawat tali pusat bayi dengan membungkus tali pusat dengan kassa steril yang dibubuhi betadine ( tidak dalam keadaan basah).
5.      Memberi profilaksis salep mata untuk mencegah infeksi pada mata.

H.    PRAKTIK PELAYANAN KEBIDANAN MANDIRI, KOLABORASI, DAN RUJUKAN


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A.          KESIMPULAN.
Bidan Praktek Mandiri Ny. Dian Yuni purwani telah sesuai dengan:
1.      Sikap bidan yang dilatar belakangi dengan filosofi dan paradigma kebidanan dengan menunjukan layanan yang ramah pada pasien maupun keluarganya, serta memiliki prinsip bahwa setiap pasien berhak mendapat pelayanan yang sama dan pelayanan memuaskan.
2.      Ny. Dian telah melaksanakan peran, fungsi dan kompetensinya sebagai seorang bidan seperti Ny. Dian berperan sebagai:
a.       Pelaksana, Ny. Dian melakukan tiga layanan kebidanan yaitu layanan kebidanan primer, layanan kebidanan kolaborasi, dan layanan kebidanan rujukan.
b.      Pendidik, dalam melksanakan tugasnya sebagai pendidik Ny. Dian telah melakukan penyuluhan pada kader kesehatan, dukun bayi, dll.
Namun ada duan peran yang belum dilaksanakan yaitu peran sebagai pengelola dan peneliti.
3.      Ny. Dian membuktikan ke profesionalannya dengan memenuhi persyaratan pendidikan kebidanan yaitu DIII Kebidana.
4.      Ny. Dian belum mendapatkan penghargaan baik bidan Delima, bidan Andalan, ataupun penghargaan lain.
5.      Ny. Dian telah memikirkan untuk melakukan pengembangan karir kebidanannya yaitu dengan ingin melanjutkan kejenjang SI namun beliau terhambat oleh waktu.
6.      Pelayanan yang diberikan Ny. Dian pada pasien juga telah memenuhi setandar kebidanan, ditunjukan dengan beliau tidak memaksakan diri apabila ada pasien yang seharusnya dirujuk ataupun ditangani secara kolaborasi.

B.          SARAN
1.      Sebaiknya Bidan Dian Yuni Purwani, Amd.Keb, mencoba melakukan penelitian dan menjadi seorang pengelola.
2.      Bidan Dian Yuni Purwani, Amd.Keb sebaiknya melanjutkan kejenjang SI meskipun sulit ntuk mencari waktu luang.

DAFTAR PUSTAKA


Estiwidani,dwana, dkk. 2008. Konsep Kebidanan. Yogyakarta:Fitramaya.
Sofyan,mustika, Nur aini madjid, Ruslidjah Siahaan. 2008. 50 Tahun IBI Bidan Menyongsong              Masa Depan. Jakarta:PP IBI.
                                                 
LAMPIRAN

    

 













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar