Dari IPpO

Rabu, 04 April 2012

paper perubahan fsiologis dan psikologis pada ibu inpartu kala 1


PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA IBU KALA 1 PERSALINAN
Dosen pengampu: Maya Safitri, S.ST


Disusun Oleh:
Kelompok 7
1.     Octaviana Elsandari
2.     Purwati
3.     Puspita Wulandari
4.     Rifkia Latief Hanief K
5.     Riski Amelia Putri

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
20012
PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS KALA I PERSALINAN

A.    PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA PERSALINAN
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun kedalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban di dorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-40 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. Kala 1 adalah proses dimulainya dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10cm). (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatus,2009)
Perubahan Fisiologis yang normal akan terjadi selama persalinan, hal ini bertujuan untuk mengetahui perubahan – perubahan yang dapat dilihat secara klinis bertujuan untuk dapat secara tepat dan cepat menginteprentasi tanda – tanda, gejala tertentu dan penemuan perubahan fisik dan laboratorium apakah normal atau tidak persalinan tersebut.
Tanda – tanda fisik persalinan kala 1, yaitu:

1.      Perubahan Tekanan Darah
Tekanan darah meningkat selama kontraksi uterus dengan kenaikan sistolik rata-rata sebesar 10-20mmHg dan kenaikan diastolic rata-rata 5-10mmHg. Diantara kontraksi-kontraksi uterus, tekanan darah akan turun seperti sebelum masuk persalinan dan akan naik lagi bilaterjadi kontraksi. Arti penting dan kejadian ini adalah untuk memastikan tekanan darah yang sesungguhnya, sehingga diperlukan pengukuran diantara kontraksi. Jika seorang ibu dalam keadaan sangat takut atau kawatir, pertimbangkan kemungkinan rasa takutnyalah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah. Dalam hal ini perlu dilakukan periksaan lainnya untuk mengesampingkan Preeklamsia, oleh karena itu diperlukan asuhan yang mendukung yang dapat menimbulkan ibu rileks atau santai.
Posisi tidur terlentang selama bersalin akan menyebabkan penekanan uterus terhadap pembuluh drah besar ( Aorta ) yang akan menyebabkan sirkulasi darah baik untuk ibu maupun janin akan terganggu, ibu dapat terjadi hipotensi dan janin dapat asfiksia.

2.      Perubahan Metabolisme
Selama persalinan, baik metabolisme karbohidrat aerobic maupun anaerobic akan naik secara perlahan. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan karena oleh kecemasan serta kegiatan otot kerangka tubuh.kegiatan, pernafasan,kardiak output dan kehilangan cairan.


3.      Perubahan Suhu Badan
Suhu badan akan sedikit meningkat selama persalinan,suhu mencapai tertinggi selama persalinan dan segera setelah kelahiran.kenaikan suhu dianggap normal asal tidak melebihi 0,5-1C suhu badan yang naik sedikit merupakan keadaan yang wajar ,namu bilakeadaan ini berlangsung lama ,kenaikan suhu ini mengindikasikan adanya dehidrasi .parameter lainnya harus dilakukan antara lain selaput ketuban sudah pecah atau belum ,karena hal ini bisamerupakan tanda infeksi .

4.      Perubahan Denyut Jantung
Perubahan yang mencolok selama kontraksi dengan kenaikan deyut jantung ,penurunan selama acme sampai satu angka yang lebih rendah dan angka antara kontraksi .penurunan yang menyolok selama acme kontraksi uterus tidak terjadi jika ibu berada dalam posisi miring bukan posisi trlentang .denyut jantung diantara kontraksi sedikit lebih tinggi disbanding  selama periode persalinan atau sebelum masuk persalinan. Hal ini mencerminkan kenaikan dalam metabolisme yang terjadi selama persalinan. Denyut jantung yang sedikit naik merupakan keadaan yang normal, meskipun normal perlu di control secara periode untuk mengidentifikasi adanya infeksi.

5.      Pernapasan
Pernafasan terjadi kenaikan sedikit dibanding dengan sebelum persalinan, kenaikan pernapasan ini dapat disebabkan karena adanya nyeri, kekuatiran, serta penggunaan tehnik pernapasan yang tidak benar.  Untuk itu diperlukan tindakan untung mengendalikan pernafasan (untuk menghindari hiperventilasi) yang ditandai oleh adanya perasaan pusing.

6.      Perubahan Renal
Polyuri sering terjadi selama persalinan, hal ini di sebabkan oleh kardiak output yang meningkat, serta disebabkan karena filtrasi glomerulus serta aliran plasma ke renal. Polyuri tidak begitu kelihatan dalam posisi terlentang, yang mempunyai efek mengurangi aliran urin selama kehamilan. Kandung kencing harus sering di control (setiap 2 jam) yang bertujuan agar tidak menghambat penurunan bagian rendah janin & trauma pada kandung kemih serta menghindari retensi urin setelah melahirkan. Protein dalam urin (+1) selama persalinan merupakan hal yang wajar, tetepi proteinuri (+2) merupakan hal yang tidak wajar, keadaan ini lebih sering pada ibu primapara, anemia, persalinan lama atau pada kasus pre-eklamsia.

7.      Perubahan Saluran Cerna
Mobilitas dan absorsi lambung terhadap makanan padat jauh berkurang. Apabila kondisi ini diperburuk oleh penurunan lebih lanjut sekresi asam lambung selama persalinan, maka saluran cerna bekerja dengan lambat sehingga waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama. Cairan tidak terpengaruh dan waktu yang dibutuhkan untuk pencernaan dilambung tetap seperti biasa. Makanan yang diingesti selama periode menjelang persalinan atau fase prodomal atau fase laten laten persalinan cenderung akan tetap berada didalam lambung persalinan. Mual dan muntah umum terjadi selama fase transisi, yang menandai akhir fase pertama persalinan.

8.      Perubahan Hematologis
Hematologis akan meningkat  1,2 gr / 100 ml selama persalinan dan kembali ketingkat pra persalinan pada hari pertama setelah persalinan apabila tidak terjadi kehilangan darah selama persalinan, waktu koagulasi berkurang akan mendapat tambahan plasma selama persalinan. Jumlah sel-sel darah putih meningkan secara progressif selama kala 1 persalinan sebesar 5000 s/d 15000 WBC sampai dengan akhir pembukaan lengkap tidak ada peningkatan lebih lanjut.
Gula darah menurun setelah persalinan, gula darah menurun drastis pada persalinan lama dan sulit, kemungkinan akibat peningkatan aktivitas otot uterus dan rangka.

B.     PERUBAHAN PSIKOLOGIS

Perubahan psikologi dan prilaku ibu, terutama yang terjadi pada fase laten, akif, dan transisi pada kala satu persalinan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Fase laten
Fase ini dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan terjadinya penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap hingga serviks membuka kurang dari 4 cm, pada umumnya berlangsung hingga 8 jam.
wanita mengalami emosi yang bercampur aduk , wanita merasa gembira, bahagia dan bebas karena kehamilan dan penantian yang panjang akan segera berakhir, tetapi ia mempersiapkan diri sekaligus memiliki kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi. Secara umum, dia tidak terlalu merasa tidak nyaman dan mampu menghadapi situasi tersebut dengan baik. Namun untuk wanita yang tidak pernah mempersiapkan diri terhadap apa yang akan terjadi, fase laten persalinan akan menjadi waktu ketika ia banyak berteriak dalam ketakutan bahkan pada kontraksi yang paling ringan sekalipun dan tampak tidak mampu mengatasinya sampai, seiring frekuensi dan intensitas kontraksi meningkat, semakin jelas baginya bahwa ia akan segera bersalin.bagi wanita yang telah banyak menderita menjelang akhir kehamilan dan pada persalinan palsu, respons emosionalnya terhadap fase laten persalinan kadang-kadang dramtis, perasaan lega , relaksasi  dan peningkatan kemampuan koping tanpa memerhatikan lokasi persalinan.  Walaupun merasa letih, wanita itu tahu bahwa pada akhirnya ia benar-benar bersalin dan apa yang ia alami saat ini produktif.
2.      Fase aktif
Pada fase iini kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih, dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm. akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara).
        ketakutan wanita meningkat. Pada saat kontraksi semakin kuat lebih lama, dan terjadi lebih sering , semakin jelas baginya bahwa semua itu berada di luar kendalinya.
Dengan kenyataan ini , ia menjadi lebih serius wanita ingin seseorang mendampinginya karena ia takut ditinggal sendiri dan tidak mampu mengatasi kontraksi yang diatasi. Ia mengalami sejumlah kemampuan dan ketakutan yang tak dapat dijelaskan. Ia dapat mengatakan kepada anda bahwa ia merasa takut, tetapi tidak menjelaskan dengan pasti apa yang ditakutinya.
3.      Fase transisi
Pada fase ini biasanya ibu merasakan perasaan gelisah yang mencolok, rasa tidak nyaman menyeluruh, bingung, frustasi, emosi meledak-ledak akibat keparahan kontraksi, kesadaran terhadap martabat diri menurun drastis, mudah marah, menolak hal-hal yang ditawarkan kepadanya, rasa takut sukup besar.

 Berbeda dari proses fisiologis yang umum terjadi pada kala satu persainan, tetapi seperti perubahan fisik, seperti kontraksi dan perubahan serviks, perubahan psikologis dan prilaku ini cukup spesifik seiring kemajuan persalinan. Berbagai perubahan ini dapat digunakan sebagai evaluasi kemajuan persalinan pada wanita dan bagaimana ia mengatasi tuntutan terhadap dirinya yang mmuncul dari persalinan dan lingkungan tempat ia besalin.
Selain perubahan yang spesifik, kondisi psikologis keseluruhan seorang wanita yang sedang menjalani pesalinan sangat bervariasi, tergantung persiapan dan bimbingan antisipasi yang ia terima selama persiapan menghadapi persalinan, dukungan yang diterima wanita dari pasangannya, orang dekat lain, keluarga, dan pemberi perawatan, lingkungan tempat wanita tersebut berada dan apakah bayi yang dikankandung merupakan bayi yang diinginkan. Banyak bayi yang tiddak direncanakan, tetapi sebagian besar bayi akhirnya diinginkan pada akhirnya diinginkan menjelang akhir kehamilan. Apabila kehamilan bayi tidak diharapkan bagaimanapun aspek psikologis ibu akan mempengaruhi perjalan persalinan.



Beberapa keadaan dapat terjadi pada ibu dalam persalinan, terutama pada ibu yang pertama kali bersalin:
a.       Perasaan tidak enak
Biasanya perasaan cemas pada ibu saat akan bersalin berkaitan dengan keaadan yang mungkin terjadi saat persalinan, disertai rasa gugup.
b.      Takut dan ragu-ragu akan persalinan yang di hadapi.
Ibu merasa ragu apakah dapat melalui proses persalinan secara normal dan lancar.
c.       Menganggap persalinan sebagai cobaan.
d.      Apakah penolong persalinan dapat sabar dan bijaksana dalam menolongnya.
Kandang kala ibu berfikir apakah tenaga kesehatan akan bersabar apabila persalinan yang dijalani berjalan lama, dan apakan tindakan yang akan dilalukan tenaga kesehatan jika tiba-tiba terjadi sesuatu tang tidak di inginkan, misalnya tali pusat melilit bayi.
e.       Apakah bayi normal apa tidak.
Biasanya ibu akan merasa cemas dn ingin segera mengetahui keadaan bayinya apakah terlahir dengan sempurna atau tidak, setelah mengetahui bahwa bayinya sempurna ibu biasanya akan merasa lebih lega.
f.       Apakah ia sanggup merawat bayinya.
Sebagai ibu baru/ibu muda biasanya ada fikiran yang melintas apakah ia mampu merawat dan bias menjadi seorang ibu yan baik untuk anaknta















SOAL.
1.      Dibawah ini yang termasuk perubahan Fisiologis pada asuhan kebidana persalinan kala satu, kecuali……..
a.       Perubahan denyut nadi (Frekuensi Jantung)
b.      Perubahan pada Ginjal
c.       Perubahan pada saluran cerna
d.      Perubahan kinerja otot
e.       Perubahan pernapasan
2.      Peningkatan suhu yang masih dianggap normal pada asuhan persalinan kala satu yaitu peningkatan suhu dari … sampai ….
a.       0.50 C – 1.50 C
b.      0.50 C – 10 C
c.       10 C – 20 C
d.      0.50 C – 2.50 C
e.       10 C – 1.50 C
3.      Waktu koagulasi darah berkurang dan terdapat peningkatan ….. lebih lanjut selama persalinan.
a.       Leukosit
b.      Trombosit
c.       Fibrinogen plasma
d.      Gula darah
e.       Plasma darah
4.      Dibawah merupakan peningkatan aktifitas metabolic dari perubahan fisiologis persalinan kala satu, kecuali …
a.       Suhu tubuh
b.      Denyut nadi
c.       Cairan yang hilang
d.      Curah jantung
e.       Penurunan protein urine
5.      Beberapa keadaan psikologis yang dapat terjdi pada ibu dalam masa bersalin kala satu yaitu …
a.       Perasaan tidak enak.
b.      Takut dan ragu-ragu akan persalinan yang dihadapi.
c.       Ibu dalam menghadapi persalinan sering memikirkan antara lain apakah proses persalinan berjalan normal.
d.      Menganggap persalinan sebagai cobaan.
e.       Semua benar.

KUNCI JAWABAN
1.      D
2.      B
3.      C
4.      E
5.      E

DAFTAR PUSTAKA



1.      Varney Hellen, M. Kriebs Jam.2008.  Buku Ajar Asuhan Kebidanan: 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Nama pemilik    : Rafless bencoolen
Alamat               : Palembang Indonesia
Tanggal posting : 18 April 2011
Blog                   : bahankuliahkesehatan.blogspot.com
3.      JNPK-KR. Asuhan Persalinan Normal & Inisiasi Menyusui Dini. 2007. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik: Jakarta.
4.      Wiknjosastro Hanifa. 2002. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo: Jakarta.
5.      Chapman Vicky. 2006. Asuhan kebidana Persalinandan kelahiran. Penerbit Buku Kedokteran : Jakarta.

PASSANGER TAKSIRAN BERAT JANIN (TBJ)
PERSALINAN KALA I
Dosen pengampu: Maya Safitri, S.ST


Disusun Oleh:
Kelompok 7
1.     Octaviana Elsandari
2.     Purwati
3.     Puspita Wulandari
4.     Rifkia Latief Hanief K
5.     Riski Amelia Putri

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
20012
PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS KALA I PERSALINAN

A.    PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA PERSALINAN
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun kedalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban di dorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-40 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. Kala 1 adalah proses dimulainya dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10cm). (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatus,2009)
Perubahan Fisiologis yang normal akan terjadi selama persalinan, hal ini bertujuan untuk mengetahui perubahan – perubahan yang dapat dilihat secara klinis bertujuan untuk dapat secara tepat dan cepat menginteprentasi tanda – tanda, gejala tertentu dan penemuan perubahan fisik dan laboratorium apakah normal atau tidak persalinan tersebut.
Tanda – tanda fisik persalinan kala 1, yaitu:

1.      Perubahan Tekanan Darah
Tekanan darah meningkat selama kontraksi uterus dengan kenaikan sistolik rata-rata sebesar 10-20mmHg dan kenaikan diastolic rata-rata 5-10mmHg. Diantara kontraksi-kontraksi uterus, tekanan darah akan turun seperti sebelum masuk persalinan dan akan naik lagi bilaterjadi kontraksi. Arti penting dan kejadian ini adalah untuk memastikan tekanan darah yang sesungguhnya, sehingga diperlukan pengukuran diantara kontraksi. Jika seorang ibu dalam keadaan sangat takut atau kawatir, pertimbangkan kemungkinan rasa takutnyalah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah. Dalam hal ini perlu dilakukan periksaan lainnya untuk mengesampingkan Preeklamsia, oleh karena itu diperlukan asuhan yang mendukung yang dapat menimbulkan ibu rileks atau santai.
Posisi tidur terlentang selama bersalin akan menyebabkan penekanan uterus terhadap pembuluh drah besar ( Aorta ) yang akan menyebabkan sirkulasi darah baik untuk ibu maupun janin akan terganggu, ibu dapat terjadi hipotensi dan janin dapat asfiksia.

2.      Perubahan Metabolisme
Selama persalinan, baik metabolisme karbohidrat aerobic maupun anaerobic akan naik secara perlahan. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan karena oleh kecemasan serta kegiatan otot kerangka tubuh.kegiatan, pernafasan,kardiak output dan kehilangan cairan.


3.      Perubahan Suhu Badan
Suhu badan akan sedikit meningkat selama persalinan,suhu mencapai tertinggi selama persalinan dan segera setelah kelahiran.kenaikan suhu dianggap normal asal tidak melebihi 0,5-1C suhu badan yang naik sedikit merupakan keadaan yang wajar ,namu bilakeadaan ini berlangsung lama ,kenaikan suhu ini mengindikasikan adanya dehidrasi .parameter lainnya harus dilakukan antara lain selaput ketuban sudah pecah atau belum ,karena hal ini bisamerupakan tanda infeksi .

4.      Perubahan Denyut Jantung
Perubahan yang mencolok selama kontraksi dengan kenaikan deyut jantung ,penurunan selama acme sampai satu angka yang lebih rendah dan angka antara kontraksi .penurunan yang menyolok selama acme kontraksi uterus tidak terjadi jika ibu berada dalam posisi miring bukan posisi trlentang .denyut jantung diantara kontraksi sedikit lebih tinggi disbanding  selama periode persalinan atau sebelum masuk persalinan. Hal ini mencerminkan kenaikan dalam metabolisme yang terjadi selama persalinan. Denyut jantung yang sedikit naik merupakan keadaan yang normal, meskipun normal perlu di control secara periode untuk mengidentifikasi adanya infeksi.

5.      Pernapasan
Pernafasan terjadi kenaikan sedikit dibanding dengan sebelum persalinan, kenaikan pernapasan ini dapat disebabkan karena adanya nyeri, kekuatiran, serta penggunaan tehnik pernapasan yang tidak benar.  Untuk itu diperlukan tindakan untung mengendalikan pernafasan (untuk menghindari hiperventilasi) yang ditandai oleh adanya perasaan pusing.

6.      Perubahan Renal
Polyuri sering terjadi selama persalinan, hal ini di sebabkan oleh kardiak output yang meningkat, serta disebabkan karena filtrasi glomerulus serta aliran plasma ke renal. Polyuri tidak begitu kelihatan dalam posisi terlentang, yang mempunyai efek mengurangi aliran urin selama kehamilan. Kandung kencing harus sering di control (setiap 2 jam) yang bertujuan agar tidak menghambat penurunan bagian rendah janin & trauma pada kandung kemih serta menghindari retensi urin setelah melahirkan. Protein dalam urin (+1) selama persalinan merupakan hal yang wajar, tetepi proteinuri (+2) merupakan hal yang tidak wajar, keadaan ini lebih sering pada ibu primapara, anemia, persalinan lama atau pada kasus pre-eklamsia.

7.      Perubahan Saluran Cerna
Mobilitas dan absorsi lambung terhadap makanan padat jauh berkurang. Apabila kondisi ini diperburuk oleh penurunan lebih lanjut sekresi asam lambung selama persalinan, maka saluran cerna bekerja dengan lambat sehingga waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama. Cairan tidak terpengaruh dan waktu yang dibutuhkan untuk pencernaan dilambung tetap seperti biasa. Makanan yang diingesti selama periode menjelang persalinan atau fase prodomal atau fase laten laten persalinan cenderung akan tetap berada didalam lambung persalinan. Mual dan muntah umum terjadi selama fase transisi, yang menandai akhir fase pertama persalinan.

8.      Perubahan Hematologis
Hematologis akan meningkat  1,2 gr / 100 ml selama persalinan dan kembali ketingkat pra persalinan pada hari pertama setelah persalinan apabila tidak terjadi kehilangan darah selama persalinan, waktu koagulasi berkurang akan mendapat tambahan plasma selama persalinan. Jumlah sel-sel darah putih meningkan secara progressif selama kala 1 persalinan sebesar 5000 s/d 15000 WBC sampai dengan akhir pembukaan lengkap tidak ada peningkatan lebih lanjut.
Gula darah menurun setelah persalinan, gula darah menurun drastis pada persalinan lama dan sulit, kemungkinan akibat peningkatan aktivitas otot uterus dan rangka.

B.     PERUBAHAN PSIKOLOGIS

Perubahan psikologi dan prilaku ibu, terutama yang terjadi pada fase laten, akif, dan transisi pada kala satu persalinan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Fase laten
Fase ini dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan terjadinya penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap hingga serviks membuka kurang dari 4 cm, pada umumnya berlangsung hingga 8 jam.
wanita mengalami emosi yang bercampur aduk , wanita merasa gembira, bahagia dan bebas karena kehamilan dan penantian yang panjang akan segera berakhir, tetapi ia mempersiapkan diri sekaligus memiliki kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi. Secara umum, dia tidak terlalu merasa tidak nyaman dan mampu menghadapi situasi tersebut dengan baik. Namun untuk wanita yang tidak pernah mempersiapkan diri terhadap apa yang akan terjadi, fase laten persalinan akan menjadi waktu ketika ia banyak berteriak dalam ketakutan bahkan pada kontraksi yang paling ringan sekalipun dan tampak tidak mampu mengatasinya sampai, seiring frekuensi dan intensitas kontraksi meningkat, semakin jelas baginya bahwa ia akan segera bersalin.bagi wanita yang telah banyak menderita menjelang akhir kehamilan dan pada persalinan palsu, respons emosionalnya terhadap fase laten persalinan kadang-kadang dramtis, perasaan lega , relaksasi  dan peningkatan kemampuan koping tanpa memerhatikan lokasi persalinan.  Walaupun merasa letih, wanita itu tahu bahwa pada akhirnya ia benar-benar bersalin dan apa yang ia alami saat ini produktif.
2.      Fase aktif
Pada fase iini kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih, dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm. akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara).
        ketakutan wanita meningkat. Pada saat kontraksi semakin kuat lebih lama, dan terjadi lebih sering , semakin jelas baginya bahwa semua itu berada di luar kendalinya.
Dengan kenyataan ini , ia menjadi lebih serius wanita ingin seseorang mendampinginya karena ia takut ditinggal sendiri dan tidak mampu mengatasi kontraksi yang diatasi. Ia mengalami sejumlah kemampuan dan ketakutan yang tak dapat dijelaskan. Ia dapat mengatakan kepada anda bahwa ia merasa takut, tetapi tidak menjelaskan dengan pasti apa yang ditakutinya.
3.      Fase transisi
Pada fase ini biasanya ibu merasakan perasaan gelisah yang mencolok, rasa tidak nyaman menyeluruh, bingung, frustasi, emosi meledak-ledak akibat keparahan kontraksi, kesadaran terhadap martabat diri menurun drastis, mudah marah, menolak hal-hal yang ditawarkan kepadanya, rasa takut sukup besar.

 Berbeda dari proses fisiologis yang umum terjadi pada kala satu persainan, tetapi seperti perubahan fisik, seperti kontraksi dan perubahan serviks, perubahan psikologis dan prilaku ini cukup spesifik seiring kemajuan persalinan. Berbagai perubahan ini dapat digunakan sebagai evaluasi kemajuan persalinan pada wanita dan bagaimana ia mengatasi tuntutan terhadap dirinya yang mmuncul dari persalinan dan lingkungan tempat ia besalin.
Selain perubahan yang spesifik, kondisi psikologis keseluruhan seorang wanita yang sedang menjalani pesalinan sangat bervariasi, tergantung persiapan dan bimbingan antisipasi yang ia terima selama persiapan menghadapi persalinan, dukungan yang diterima wanita dari pasangannya, orang dekat lain, keluarga, dan pemberi perawatan, lingkungan tempat wanita tersebut berada dan apakah bayi yang dikankandung merupakan bayi yang diinginkan. Banyak bayi yang tiddak direncanakan, tetapi sebagian besar bayi akhirnya diinginkan pada akhirnya diinginkan menjelang akhir kehamilan. Apabila kehamilan bayi tidak diharapkan bagaimanapun aspek psikologis ibu akan mempengaruhi perjalan persalinan.



Beberapa keadaan dapat terjadi pada ibu dalam persalinan, terutama pada ibu yang pertama kali bersalin:
a.       Perasaan tidak enak
Biasanya perasaan cemas pada ibu saat akan bersalin berkaitan dengan keaadan yang mungkin terjadi saat persalinan, disertai rasa gugup.
b.      Takut dan ragu-ragu akan persalinan yang di hadapi.
Ibu merasa ragu apakah dapat melalui proses persalinan secara normal dan lancar.
c.       Menganggap persalinan sebagai cobaan.
d.      Apakah penolong persalinan dapat sabar dan bijaksana dalam menolongnya.
Kandang kala ibu berfikir apakah tenaga kesehatan akan bersabar apabila persalinan yang dijalani berjalan lama, dan apakan tindakan yang akan dilalukan tenaga kesehatan jika tiba-tiba terjadi sesuatu tang tidak di inginkan, misalnya tali pusat melilit bayi.
e.       Apakah bayi normal apa tidak.
Biasanya ibu akan merasa cemas dn ingin segera mengetahui keadaan bayinya apakah terlahir dengan sempurna atau tidak, setelah mengetahui bahwa bayinya sempurna ibu biasanya akan merasa lebih lega.
f.       Apakah ia sanggup merawat bayinya.
Sebagai ibu baru/ibu muda biasanya ada fikiran yang melintas apakah ia mampu merawat dan bias menjadi seorang ibu yan baik untuk anaknta















SOAL.
1.      Dibawah ini yang termasuk perubahan Fisiologis pada asuhan kebidana persalinan kala satu, kecuali……..
a.       Perubahan denyut nadi (Frekuensi Jantung)
b.      Perubahan pada Ginjal
c.       Perubahan pada saluran cerna
d.      Perubahan kinerja otot
e.       Perubahan pernapasan
2.      Peningkatan suhu yang masih dianggap normal pada asuhan persalinan kala satu yaitu peningkatan suhu dari … sampai ….
a.       0.50 C – 1.50 C
b.      0.50 C – 10 C
c.       10 C – 20 C
d.      0.50 C – 2.50 C
e.       10 C – 1.50 C
3.      Waktu koagulasi darah berkurang dan terdapat peningkatan ….. lebih lanjut selama persalinan.
a.       Leukosit
b.      Trombosit
c.       Fibrinogen plasma
d.      Gula darah
e.       Plasma darah
4.      Dibawah merupakan peningkatan aktifitas metabolic dari perubahan fisiologis persalinan kala satu, kecuali …
a.       Suhu tubuh
b.      Denyut nadi
c.       Cairan yang hilang
d.      Curah jantung
e.       Penurunan protein urine
5.      Beberapa keadaan psikologis yang dapat terjdi pada ibu dalam masa bersalin kala satu yaitu …
a.       Perasaan tidak enak.
b.      Takut dan ragu-ragu akan persalinan yang dihadapi.
c.       Ibu dalam menghadapi persalinan sering memikirkan antara lain apakah proses persalinan berjalan normal.
d.      Menganggap persalinan sebagai cobaan.
e.       Semua benar.

KUNCI JAWABAN
1.      D
2.      B
3.      C
4.      E
5.      E

DAFTAR PUSTAKA



1.      Varney Hellen, M. Kriebs Jam.2008.  Buku Ajar Asuhan Kebidanan: 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Nama pemilik    : Rafless bencoolen
Alamat               : Palembang Indonesia
Tanggal posting : 18 April 2011
Blog                   : bahankuliahkesehatan.blogspot.com
3.      JNPK-KR. Asuhan Persalinan Normal & Inisiasi Menyusui Dini. 2007. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik: Jakarta.
4.      Wiknjosastro Hanifa. 2002. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo: Jakarta.
5.      Chapman Vicky. 2006. Asuhan kebidana Persalinandan kelahiran. Penerbit Buku Kedokteran : Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar