Dari IPpO

Selasa, 02 April 2013

KONSEP DASAR PENDIDIKAN KESEHATAN


KONSEP DASAR PENDIDIKAN KESEHATAN



A.    PROSES PENDIDIKAN KESEHATAN  
Prinsip pokok dalam pendidikan kesehatan adalah proses belajar  
Dalam proses belajar ini terdapat 3 persoalan pokok yaitu :
1.      Persoalan masukan (Input)
Menyangkut pada sasaran belajar (sasaran didik ) yaitu individu, kelompok serta masyarakat yang sedang belajar itu sendiri dengan berbagai latar belakang.
2.      Persoalan Proses
Mekanisme dan interaksi terjadinya perubahan kemampuan ( prilaku ) pada diri subjek belajar tersebut.
Dalam proses ini terjadi prilaku timbale balik                antara berbagai factor, antara lain subjek belajar, pengajar ( pendidik dan fasilitator ) metode, teknik belajar, alat bantu belajar serta bahan yang dipelajari.
3.      Persoalan keluaran ( Output)
Merupakan hasil belajar itu sendiri yaitu berupa kemampuan atau perubahan prilaku dari subjek belajar.

B.     RUANG LINGKUP PENDIDIKAN KESEHATAN
Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat sdari berbagai dimensi yaitu :
1.      Dimensi sasaran
Ruang lingkup pendidikan kesehatan dibagi menjadi 3 ruang lingkup yaitu :
a.       Pendidikan kesehatan individu dengan sasaran individu
b.      Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok
c.       Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakkat luas.
2.      Dimensi tempat pelaksanaan
Pendidikan kesehatan dapat berlangsung diberbagai tempat yang dengan sendirinya sasaran berbeda pula yaitu :
a.       Pendidikan kesehatan disekolah dengan sasaran murid.
b.      Pendidikan kesehatan di rumasakait atau di puskesmas dengan sasaran pasien dan keluarga pasien.
c.       Pendidikan kesehatan ditempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan.
3.      Dimensi tingkat pelayanan kesehatan
Pendididkan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan LEAVEL dan CLARK
a.       Promosi kesehatan ( health promotion)
Dalam tingkat ini dilakukan pendidikan kesehatan, misalnya dalam peningkatan gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan seperti penyediaan air rumah tangga yang baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran, air limbah, hygiene perorangan, rekreasi, sex education, persiapan memasuki kehidupan pra nikah dan persiapan menopause.
b.      Perlindungan khusus (specific protection)
Program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus, pendidikan kesehatan sangat diperlukan terutama di Negara-negara berkembang. Hal ini karena kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai perlindungan terhadap penyakit pada dirinya maupun anak-anaknya masih rendah. Selain itu pendidikan kesehatan diperlukan sebagai pencegahan terjadinya kecelakaan baik ditempat-tempat umum maupun tempat kerja. Penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS, penggunaan sarung tangan dan masker saat bekerja sebagai tenaga kesehatan.
c.       Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment)
Karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan penyakit, maka sering sulit mendeteksi penyakit-penyakit yang terjadi di masyarakat. Bahkan kadang-kadang masyarakat sulit atau tidak mau diperiksa dan diobati penyakitnya. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak memperoleh pelayanan kesehatn yang layak. Oleh sebab itu pendidikan kesehatan sangat diperlukan dalam tahap ini. Pemeriksaan pap smear, pemeriksaan IVA, sadari sebagai cara mendeteksi dini penyakit kanker. Bila dengan deteksi ini ditemui kelainan maka segera dilakukan pemeriksaan diagnostic untuk memastikan diagnosa seperti pemeriksaan biopsy, USG atau mamografi atau kolposcopy 
d.      Pembatasan cacat (disability limitation)
Oleh karena kurangnyaa pengertian dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit, maka sering masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai tuntas. Dengan kata lain mereka tidak melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang komplit terhadap penyakitnya. Pengobatan yang tidak layak dan sempurna dapat mengakibatkan orang yang bersangkutan cacat atau ketidak mampuan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan juga diperlukan pada tahap ini.
Penanganan secara tuntas pada kasus-kasus infeksi organ reproduksi menjegah terjadinya infertilitas.
e.       Rehabilitasi (rehabilitation)
Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang-kadang orang menjadi cacat, untuk memeulihkan cacatnya tersebut kadang-kadang diperlukan latihan tertentu. Oleh karena kurangnya pengetian dan kesadaran orang tersebut, ia tidak akan segan melakukan latihan-latihan yang dianjurkan. Disamping itu oorang yang cacat stelah sembuh dari penyakit, kadang-kadang malu untik kembali ke masyarakat. Sering terjadi pula masyarakat tidak mau menerima mereka sebagai anggoota masyarakat yang normal. Oleh sebab itu jelas pendidikan kesehatan diperlukan bukan saja untuk orang yang cacat tersebut, tetapi juga perlu pendidikan kesehatan pada  masyarakat. Pusat-pusat rehabilitasi bagi korban kekerasan, rehabilitasi PSK, dan korban narkoba.
DAFTAR PUSTAKA


Fitriani, Sinta. 2011. Promosi Kesehatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar