Dari IPpO

Selasa, 02 April 2013

KONSEP PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA


KONSEP PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA



1.      TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesahatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan prilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah Republik Indonesia.

2.      PARADIGMA SEHAT
Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembanguan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas sektoral dengan upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan, tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.

3.      MISI DAN VISI INDONESIA SEHAT 2015 
a.       VISI  :       Indonesia Sehat 2015
b.      MISI  :
1)      Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.
2)      Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3)      Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
4)      Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.
4.      CIRI – CIRI MASYARAKAT YANG SEHAT
a.       peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat
b.      mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
c.       peningkatan upaya kesehatan lingkungan terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup
d.      peningkatan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status sosial ekonomi masyarakat
e.       penurunan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan penyakit

5.      INDIKATOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN MASYARAKAT
Menurut WHO beberapa indikator dari masyarakat sehat adalah :
a.       Keadaan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat, meliputi :
1)      indikator komprehensif- angka kematian kasar menurun
a)      rasio angka mortalitas proporsial rendah
b)      umur harapan hidup meningkat
2)      indikator spesifik- angka kematian ibu dan anak menurun
a)      angka kematian karena penyakit menular menurun
b)      angka kelahiran menurun
b.      Indikator pelayanan kesehatan
1)      rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbang
2)      distribusi tenaga kesehatan merata
3)      informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur di rumah sakit, fasilitas kesehatan lain, dsb.
4)      Informasi tentang jumlah sarana pelayanan kesehtan diantaranya rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin, dsb.

6.      Faktor – Factor Penyebab Terjadinya Masalah Di Indonesia
a.       Faktor lingkungan
1)      kurangnya peran serta masyarakat dalam mengatasi kesehatan (masalah-masalah kesehatan).
2)      Kurangnya sebagian besar rasa tanggung jawab masyarakat dalam bidang kesehatan.
b.      Factor perilaku dan Gaya Hidup masyarakat Indonesia
1)      masih banyak insiden atau kebiasaan masyarakat yang selalu merugikan dan membahayakan kesehatan mereka.
2)      Adat istiadat yang kurang atau bahkan tidak menunjang kesehatan.
c.       Factor social ekonomi
1)      tingkat pendidikan masyarakat di Indonesia sebagian besar masih rendah. 
2)      Kurangnya kesadaran dalam pemeliharaan kesehatan. Budaya sadar sehat belum merata ke sebagian penduduk Indonesia. 
3)      Tingkat social ekonomi dalam hal ini penghasilan juga masih rendah dan memprihatinkan.
d.      Factor pelayanan kesehatan
1)      Cakupan pelayanan kesehatan belum menyeluruh dimana ada sebagian propinsi di indonsia yang belum mendapat pelayanan kesehatan maksimal dan belum merata.
2)      Upaya pelayanan kesehatan sebagian masih beriorientasi pada upaya kuratif.
3)      Sarana dan prasarana belum dapat menunjang pelayanan kesehatan.

7.      STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA  
Strategi pembangunan kesehatan untuk mewujudkan Indonesia Sehat tahun 2010 adalah sebagai berikut.
a.       Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan
Semua kebijakan pembengunan nasional yang sedang akan diselenggarakan harus memiliki wawasan kesehatan. Artinya program pembangunan nasional harus memberikan konstribusi yang positif terhadap kesehatan, setidak-tidaknya terdapat dua hal, di antaranya:  
1)      Pembentukan lingkungan sehat;
2)      Pembentukan perilaku sehat;
Untuk terselenggarakannya pembangunan berwawasan kesehatan perlu dilaksanakan kegiatan sosialisasi, orientasi, kampanye, dan pelatihan. Sehingga semua pihak terkait memahami dan mampu melaksanakan pembangunan berwawwasan Internasional.
b.      Determinan yang berpengarah dalan perencanaan tenaga kesehatan diantaranya adalah sebagai berikut.
1)      Perkembangan penduduk.
2)      Pertumbuhan ekonomi.
3)      Kebjaksanaan di bidang kesehatan antara lain: upaya peningkatan kelas rumah sakit dan deregulasi bidang rumah sakit upaya peninhkatan mutu unit-unit pelayanan kesehatan, swadaya unit pelayanan kesehatan, serta pengembangan sector swasta (nasional dan asing).
Dalam penentuan atau perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan didasarkan atas pertimbangan kombinasi dari tiga prinsip, yaitu: memerhatikan rasio tenaga dengan penduduk; permintaan dan kecenderungan epidemiologi di lapangan; serta determinan yang ada. Namun, untuk negara Indonesia yang sangat beragam situasi dan kondisi daerahnya maka keadaan geografi dan kepadatan penduduk merupakan factor determinan yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tentang kesehatan disamping determinan yang disebutkan di atas. Ciri daerah yang sangat bervariasi merupakan satu permasalahan tersendiri dalam melakukan perencanaan tenaga kesehatan sehingga kemungkinan tidak dapat diperoleh satu formula yang dapat digunakan untuk semua wilayah Indonesia.

8.      PROGRAM KESEHATAN UNGGULAN DI INDONESIA
Ditetapkan 10 program kesehatn, sebagai berikut :
a.       Program kebijakan kesehatan, pembiayaan kesehatan dan hokum kesehatan
b.      Program perbaikan gizi
c.       Program pencegahan penyakit menular
d.      Program peningkatan prilaku hidup sehat dan kesehatan mental
e.       Program lingkungan pemukiman, air dan udara sehat
f.       Program kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana
g.      Program keselamatan dan kesehatan kerja
h.      Program anti tembakau, alcohol, dan madat
i.        Program pengawasan obat, bahan berbahaya, makanan
j.        Program pencegahan kecelakaan lalu lintas

9.      AGENDA MILLENIUM DEFFELOPMENT GOALS (MDGS)
Adapun kelima agenda tersebut adalah:
a.       Agenda ke – 1 memberantas kemiskinan dan kelaparan.
b.      Agenda ke – 4 menurunkan angka kematian anak.
c.       Agenda ke – 5 meningkatkan kesehatan ibu
d.      Agenda ke – 6 memerangi HIV/AIDS, Malaria dan penyakit lainnya.
e.       Agenda ke – 7 melestarikan lingkungan hidup

10.  INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KESEHATAN KIA
INDIKATOR INPUT : Dapat dilihat dari kebijaksanaan manajemen ( Man, Money, Material, Method, dsb ).Struktur organisasi serta kondisi keadaan masyarakat pada saat ini :
a.       Komitmen politik  mengenai kesehatan bagi semua.
b.      Alokasi sumber daya, pembiayaan Kesehatan 5 % dari total pembayaan nasional dan pembiayaan pembangunan daerah.
c.       Penyebaran Pendapatan
d.      Angka melek huruf orang dewasa.
e.       Ketersediaan sarana kesehatan, Penyebaran dan penggunaannya.
f.       Tingkat pertumbuhan penduduk
g.      Penduduk yang ikut JPKM
h.      Kerangka Organisasi dan proses manajerial.
INDIKATOR PROSES : Adanya kemajuan dalam proses manajemen baik dalam perencanaan, organisasi, staffing, koordinasi, pelaporan dan pembiayaan, misalnya :
a.       Keterlibatan masyarakat dalam mencapai kesehatan bagi semua.
b.      Tingkat desentralisasi pengambilan keputusan, pengembangan dan penetapan suatu proses manajerial bagi pembangunan kesehatan nasional atau pembangunan daerah.
c.       Wanita hamil yang memeriksakan kehamilan
d.      Penduduk yang tidak merokok dan tidak minum minuman keras.
INDIKATOR OUTPUT : Misalnya :
Cakupan :
a.       Cakupan pelayanan kesehatan dasar.
b.      Cakupan pelayanan rujukan.
Status kesehatan ;
a.       Status gizi dan perkembangan Psikososial anak
b.      Angka kematian bayi, angka kematian anak, umur harapan hidup waktu lahir dan angka kematian ibu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar